PGP-2-Kabupaten Cilacap-Okki Krishna Satyarini-1.4-Aksi Nyata

PGP-2-Kabupaten Cilacap-Okki Krishna Satyarini-1.4-Aksi Nyata 

Membangun Budaya Positif di Awal Tahun Pelajaran

 dengan Kesepakatan Kelas pada Masa Pandemi

 

Oleh:

Okki Krishna Satyarini, M.Pd

SMP Yos Sudarso Jeruklegi

Calon Guru Penggerak Angkatan 2 Kabupaten Cilacap 

A.     Latar Belakang

         Awal tahun pelajaran selalu membawa semangat baru, baik bagi siswa maupun bagi guru. Inilah saat yang tepat untuk mengembangkan Budaya Positif di sekolah seperti membuat Kesepakatan Kelas. Kesepakatan Kelas dibuat bersama –sama antara guru dan murid demi tercapainya kegiatan belajar mengajar yang efektif, nyaman dan aman terutama di masa pandemi seperti saat ini. Kesepakatan Kelas juga merupakan langkah penting terbentuknya Budaya Positif di sekolah. Budaya positif di sekolah ialah nilai-nilai, keyakinan-keyakinan, dan kebiasaan-kebiasaan di sekolah yang berpihak pada murid agar murid dapat berkembang menjadi pribadi yang kritis, penuh hormat dan bertanggung jawab. (Modul 1.4, Landasan Budaya Positif yang Berpihak pada Murid)

         Masa pandemi covid19 yang tak kunjung berakhir, selain menghantam perekonomian negara juga berdampak negatif pada dunia pendidikan di Indonesia. Kegiatan Belajar Mengajar terpaksa dilakukan dalam jaringan sehingga anak-anak mengalami penurunan capaian belajar, semangat belajar bahkan lebih berisiko mengalami putus sekolah. ‘Learning loss’ atau kehilangan pembelajaran mengancam di depan mata. Mempertimbangkan hal-hal tersebut, maka pembelajaran tatap muka terbatas patut dipertimbangkan untuk dilaksanakan. Tentu saja harus diikuti oleh pelaksanaan protokol kesehatan yang sangat ketat dan sekolah harus mampu memenuhi syarat-syarat protokol kesehatan yang distandarkan oleh pemerintah. Dalam kondisi ini, supaya pembelajaran dapat berlangsung dengan aman, nyaman dan efektif maka Kesepakatan Kelas berperan sangat penting di awal tahun pelajaran baru.

B.  Deskripsi Aksi Nyata

Langkah pertama pelaksanaan pembuatan Kesepakatan Kelas ini adalah guru mengumpulkan murid terlebih dahulu. Guru memanfaatkan waktu daftar ulang dan verifikasi data pada rangkaian kegiatan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) yang dilaksanakan diawal tahun pelajaran untuk mengumpulkan murid. Kemudian guru memberikan deskripsi tentang situasi yang terjadi saat ini, tentang pembelajaran terbatas di masa pandemi, dan tentang waktu pembelajaran tatap muka yang sangat singkat. Guru mengajak siswa berdiskusi tentang situasi yang dapat membuat mereka merasa aman dan nyaman selama pembelajaran tatap muka.

Tindakan berikutnya adalah guru menginisiasi para murid untuk membuat kesepakatan kelas. Guru mememinta salah satu dari mereka untuk menjadi wakil yang menuliskan usulan-usulan kesepakatan (urun pendapat) di papan tulis terlebih dahulu. Hasil dari urun pendapat disarikan dan ditulis di kertas plano. Setelahnya, Kesepakatan Kelas tersebut ditanda tangani oleh semua siswa.

 

C.  Hasil dari Aksi Nyata

Penerapan Aksi Nyata 1.4 tersebut menghasilkan Kesepakatan Kelas dengan 9 nomor yang ditanda tangani oleh semua siswa yang mengikuti sebagai tanda setuju untuk melaksanakan butir-butir Kesepakatan Kelas yang sudah dibuat. Adapun 9 nomor Kesepakatan Kelas tersebut berbunyi sebagai berikut :

1.      Memakai masker

2.      Mencuci tangan

3.      Menjaga jarak

4.      Menjauhi kerumunan

5.      Menjaga kebersihan

6.      Tidak berisik

7.      Jangan makan saat pelajaran

8.      Tidak boleh main HP di kelas

9.      Berangkat tepat waktu

 

D. Pembelajaran yang di dapat dari Aksi Nyata

Anak-anak ternyata sudah cukup memahami tentang kondisi pandemic Covid19 yang sedang berlangsung di Indonesia, karena itu mereka dengan cepat memasukkan poin-poin tentang mengantisipasi penyebaran Covid19 di dalam Kesepakatan Kelas. Awalnya murid malu-malu dalam memberikan pendapat, namun setelah diberi kesempatan berbicara satu persatu mereka berani berbicara. Kesepakatan Kelas yang dibuat juga masih belum sempurna, masih ada kata negatif seperti kata ‘tidak dan ‘jangan’ pada nomor 6, 7, dan 8. Ternyata menghindari penggunaan kata negatif perlu pembiasaan.

 

E.  Rencana Perbaikan

Tantangan setelah Pembuatan Kesepakatan Kelas ini selanjutnya adalah pada pelaksanaannya.  Penulis tetap harus memantau pelaksanaan Kesepakatan tersebut saat pembelajaran tatap muka terbatas jadi dilaksanakan. Sekiranya terjadi pelanggaran-pelanggaran terhadap Kesepakan Kelas tersebut, tentunya perlu diadakan perbaikan dengan diskusi bersama antara guru dan murid lagi.

F.   Dokumentasi Proses Pelaksanaan Aksi Nyata

Murid menjalani proses pemeriksaan suhu dan screening terlebih dahulu.

Murid wajib cuci tangan pake sabun (CTPS) sebelum memasuki area pembelajaran.


Murid menerima penjelasan tentang deskripsi situasi pandemic saat ini.

Murid satu persatu menyampaikan urun pendapat tentang Kesepakatan Kelas.

 

Murid bergiliran maju menuliskan poin-poin Kesepakatan Kelas di kertas plano.

 

Kesepakatan Kelas yang sudah disepakati oleh guru dan murid.

 


Comments

  1. Wah dokumentasi lengkap Bu okki....^_^

    ReplyDelete
  2. dokumentasinya lengkap, akan semakin mantap jika proses membuat kesepakatannya di video sehingga bisa dilihat kelucuan dan keaktifan mereka saat mmbuat kesepakatan

    ReplyDelete
  3. terima kasih atas apresiasi dan sarannya.

    ReplyDelete

Post a Comment